Searching...

Remaja 61 - Indonesia Disadap AS & Australia, Puluhan Situs Aussie Dihack!

JAKARTA (voa-islam.com) Indonesia meski dilanda korupsi besar-besaran oleh partai politik, akan tetapi tetap saja tak rela bangsanya disadap oleh negara lintah darat seperti Amerika & Australia.

Jiwa patriotisme dan rasa memiliki bangsa dan negara Indonesia masih ada pada sekelompok warga negara. Karena mereka beranggapan, mencintai bangsa dan negara muslim terbesar di dunia ini wajib dan tak mesti tunduk pada rezim yang berkuasa dan memang korup, merampok uang rakyat dan menggadaikan sumber daya alam pada pihak penjajah asing. 

Kemarahan rakyat semakin memuncak ketika Edward Snowden mengungkapkan bahwa Amerika dan Australian menyadap Indonesia, Sydney Morning Herald (SMH) mengabarkan perihal penyadapan Kedubes AS di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Indonesia, disebut sebagai salah satu dari 90 pos yang memiliki fasilitas penyadapan intelijen Amerika di seluruh dunia dan  Menlu RI berencana memanggil perwakilan Kedutaan Besar AS di Jakarta. 

Edward Snowden melaporkan sebuah peta yang mendaftar 90 fasilitas pemantauan elektronik (electronic surveillance facility) yang tersebar di beberapa Kedubes AS di kota-kota penjuru dunia, termasuk di Asia Timur dan Tenggara.
Tak perlu menduga-duga pun kita telah ketahui. Buktinya saja Kedubes AS melakukan pengintaian pad peta tertanggal 13 Agustus 2010 itu adalah Jakarta. Kota-kota lainnya adalah Kuala Lumpur, Bangkok, Phnom Penh dan Yangon.
Tak kurang seorang ahli satelit WNI ikut dalam serangan pada situs penjajah Amerika dan Australia ini, Ia marah bukan kepalang dan langsung kembali ke Indonesia mendengar negaranya disadap. Pria paruh baya ini menetap di Rusia dan menjadi pakar Satelit di Rusia ini memimpin langsung team hackernya disebuah gedung bekas di Bandung, Jawa Barat.

Kelak gedung ini akan menjadi basis kegiatan rekayasa milter dan
personelnya nanti adalah anggota militer dan para pelajar / mahasiswa yang memiliki kemampuan tertentu. Namun akan menolak anggota dari kalangan polisi 'wereng coklat'. ^_^


Berikut data website Australia yang di Hack tim Indonesia:
Lebih dari 37 Situs Australia sudah bergambar tengkorak.
Jumlahnya akan bertambah terus...
Salah satu kelompok hacker yang menyebut dirinya Java Cyber Army mengklaim telah melakukan peretasan tersebut mengaku melakukan hal ini karena pemerintah Australia menyadap Indonesia. Mereka tak akan berhenti sampai Australia mengaku telah melakukan aksi spionase di Indonesia.


"Katakan pada pemerintah Anda (Australia), kami akan menghentikan ini jika ada pengakuan dan penjelasan atas kegiatan mata-mata di Indonesia," kata juru bicara Tentara Cyber ​​Java melalui akun facebook mereka.

http://ratsoftobrukvictoria.org.au/
http://deadseaproducts.com.au/
http://xsential.com.au/
http://www.wesley.com.au/
http://jamesydesign.com.au/
http://jspac.com.au/default.html
http://peelvalleyturf.net.au/default.html
http://penrithregionalgallery.org/default.html
http://happyco.com.au/tmp/

./Malware Dot ID
S.A. Police Legacy | Helping & supporting South Australian Police Owned By Malware Dot ID

http://policelegacysa.org.au/
Next TARGET!

ADA YANG GONDRONG, ADA YANG PAKAIANNYA COMPANG CAMPING
ADA YANG MEMBAWA LAPTOP JADUL, TAPI ISINYA SANGAT MENGERIKAN....

Luar biasa jiwa heroik mahasiswa dan bahkan ada anak SMP ikut bergabung dalam TEAM HACKER yang akan terus meretas situs di AS & Australia. Mereka tidak dibayar namun jiwa merah putih tulus mereka masih ada, tak peduli siapa penguasanya kini, ada pula diantara mereka yang mengenakan logo paruh dan cakar garuda yang siap menerkam NSA!  

Narasumber kami melaporkan sudah 4 laptop jebol da 6 cpu sudah meledak akibat kegaitan hack-berjamaah ini.

Thank's to
Pak RN atas alat-alatnya
Pak DD atas Satelitnya
Pak VC atas Coklat nya
Pak TK atas Kopinya, Ule Karengnya. Mata terang benderang.

Di pihak lain, Menhan: Indonesia Butuh Tentara Khusus Perang Siber

Indonesia di zaman informasi dan teknologi ini membutuhkan tentara khusus untuk melawan dan menangkal perang khusus dalam bentuk siber atau cyber army. Hal itu diungkapkan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Makassar Rabu (26/9). Makanya Pak Pur ini sibuk ngurusin proyek SBY jadi lambat antisipasi negara..

"Kita ini memang harus mempunyai tentara khusus di bidang siber karena perang itu bukan hanya dalam bentuk gerilya maupun fisik tetapi butuh juga tentara yang mampu melawan perang di dunia siber," tegasnya didampingi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Budiman.

Ia mengatakan, di dunia IT sekarang ini banyak penjahat-penjahat atau orang iseng yang ingin mencoba meretas beberapa informasi penting yang seharusnya tidak untuk diketahui masyarakat umum.

Kepandaian sebagian masyarakat sekarang seperti pembobol ataupun peretas kunci rahasia (hacker) itu sudah harus diantisipasi karena di negara besar seperti Indonesia punya banyak informasi yang harus dilindungi.

Ia menegaskan "cyber army" yang dibentuk akan terdiri atas kalangan militer yakni Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD), TNI AU, dan TNI AL hingga kalangan sipil.


0 komentar:

Posting Komentar

 
Back to top!